Tampilkan postingan dengan label madu sebagai antibiotik alami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madu sebagai antibiotik alami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 September 2015

Madu sebagai antibiotik alami



Madu sebagai antibiotik alami


Madu untuk antibiotik alami
Tahukah Anda bahwa Anda bisa menggunakan madu sebagai obat? Jika saya harus memilih hanya satu obat yang akan saya simpan dirumah, menurut saya itu adalah madu. Hari-hari ini, pusat perawatan luka khusus mungkin setuju. Madu telah menjadi obat utama bagi mereka yang sulit menyembuhkan luka, seperti ulkus kaki diabetes, luka bakar, bahkan luka dengan gangrene. Ini membunuh bakteri resisten terhadap antibiotik lain dan benar-benar menyembuhkan jaringan, merawat kulit kembali sehat. Tidak hanya itu, tetapi dapat menghilangkan rasa sakit. Beberapa jenis madu bekerja lebih baik daripada yang lain. Sebelum kita masuk kesitu, mari kita pergi ke dasar-dasar, seperti .

Bagaimana Madu Mencegah Infeksi Pada Luka ?

- Madu menutup luka dari terkontaminasi udara bebas.
- Madu bersifat sedikit asam. Kebanyakan bakteri tidak dapat tumbuh dengan baik dalam pada kondisi   seperti itu.
- Memiliki kandungan air rendah. Bakteri tidak dapat hidup dalam kondisi seperti itu.

Bagaimana Madu Membasmi Bakteri ?
- Madu mengeringkan bakteri. Kandungan gula yang tinggi membuat bakteri mengalami dehidrasi .
- Madu menghasilkan hidrogen peroksida. Ketika diencerkan dengan, katakanlah, cairan tubuh, enzim dalam    madu membuat sejumlah kecil hidrogen peroksida. Cukup untuk membunuh bakteri.
- enzim pada madu menghasilkan senyawa kimia antibakteri untuk mengisolasi bakteri. Beberapa jenis madu    menghasilkan banyak senyawa kimia anti bakteri dari jenis madu yang lain. 

Bagaimana Madu Menyembuhkan ?
 
Madu telah menunjukkan dapat mempercepat pertumbuhan berbagai jaringan tubuh. Ini membantu pembentukan pembuluh darah baru, kolagen, dan sel-sel epitel yang menutupi jaringan di bawahnya. Cara yang dilakukannya ini adalah:
- Madu melindungi cairan jaringan yang baik yang mengandung enzim dan protein yang membantu  proses penyembuhan.
- Menyediakan nutrisi ke jaringan.
- Madu mengurangi inflamasi dan pembengkakan dengan cara yang belum diketahui. Beberapa studi telah menyarankan madu untuk mengurangi bekas luka.

 Demikianlah informasi sederhana tentang Madu sebagai antibiotik alami, semoga bermanfaat :)

Senin, 30 April 2012

Madu Sebagai Antibiotik

Madu Sebagai Antibiotik

Madu Asli sebagai antibiotik terbukti ampuh melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Umumnya penyakit infeksi yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan mengkonsumsi madu secara teratur antara lain luka infeksi, penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

Penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur. Paling tidak ada 4 faktor keutamaan madu  yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri:
  • kadar gula madu asli yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.
  • Madu mempunyai tingkat keasaman yang tinggi (pH 3.65) sehingga bakteri akan tidak bisa bertahan hidup.
  • Madu jika bersenyawa dengan air akan menghasilkan hydrogen peroksida yang bersifat desinfektan dan membunuh mikroorganisme pathogen.
  • Madu juga mempunyai senyawa organic yeng bersifat antibakteri spt flavonoid, polyphenol dan glikosida.
Madu sebagai antibiotik efektif untuk menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotic buatan manusia. Madu sebagai antibiotic juga memiliki beberapa kelebihan disbanding antibiotic buatan manusia antara lain :
  • Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan inflamasi
  • Madu dapat mengurangi rasa sakit
  • Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh
  • Madu membersihkan luka infeksi
  • Pengobatan dengan madu menghilangkan bau pada luka
  • Madu mengobati luka lebih cepat dan tanpa menimbulkan bekas luka
  • Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali
Madu sebagi antibiotik terbukti lebih efektif dari antibiotic buatan manusia seperti silver sulfadiazine hal ini berdasarkan hasil riset. Salah satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu sebagai antibiotic ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari The University of Waikato – New Zealand. source.madupropolis.com